GPOP-Banyak kegiatan yang dapat dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa. Mulai dari jalan-jalan, berburu takjil, sampai seru-seruan dengan permainan atau olahraga santai.
Namun, berbeda dengan Maulida yang memilih menghabiskan waktunya dengan melantunkan ayat-ayat suci Al Quran sembari menunggu azan maghrib berkumandang.
“Membaca Al-Quran pada bulan Ramadan itu pahalanya dua kali lipat dari bulan lainnya, itu yang membuat saya suka membaca Al Quran sebelum berbuka,” ungkapnya sambil tersenyum manis.
Mengaji sembari menunggu waktu berbuka puasa memberikan ketenangan tersendiri bagi gadis yang lahir di Kota Tumbang Samba ini. Menurutnya, dengan melantunkan ayat-ayat Al Quran dapat membantunya untuk lebih tenang dari pikiran-pikiran yang berlebihan dan melupakan rasa lapar.
Selain itu, remaja yang akrab disapa Lida ini juga suka membaca arti kandungan ayat-ayat Al Quran yang dibacanya. Ia menuturkan banyak kisah tentang nabi dan rasul yang dapat memotivasinya agar selalu bersyukur dalam menjalani hidup.
Biasanya, santri putri dari Pondok Tahfidz Putri Bani Ibrahim Palangka Raya ini meluangkan waktu sekitar 15 menit untuk mengaji. Waktu yang singkat, namun penuh makna baginya.
“Selain mengaji Al Quran, biasanya saya juga menjalankan amalan lainnya yang diajarkan ustadz dan ustadzah di pondok,” tambahnya.
Ia selalu berusaha untuk menyempatkan diri membaca Al Quran setiap ada waktu luang. Jika tidak sempat, perempuan yang suka membaca ini akan membaca kembali ayat-ayat yang sudah ia hafal atau mendengarkan lantunan surah dari ponselnya.
Surah Ali Imran menjadi salah satu surah favorit Lida di bulan Ramadan ini. Banyak sekali motivasi yang ada di dalam surah ini, seperti perintah Allah kepada orang-orang beriman untuk tidak putus asa dan tetap kuat.
Menurutnya hal ini sangat relate dengan kehidupan yang sedang ia jalani. Ia mendapatkan ketenangan yang ia dapatkan setelah membaca ayat-ayat suci ini, membuatnya memiliki target untuk mengkhatamkan Al Quran sebanyak dua kali di bulan Ramadan ini.
“Semoga semuanya berjalan dengan lancar,” ucapnya penuh harap.
Menyeimbangkan waktu antara mengaji, belajar, dan kegiatan lainnya di bulan Ramadan membutuhkan manajemen waktu yang baik. Namun gadis yang menyukai warna pink ini dapat melakukan semuanya dengan baik dan teratur.
“Biasanya saya membuat jadwal, dan meskipun belajar banyak materi. Saya selalu menyempatkan waktu untuk membaca Al Quran, walau hanya satu ayat,” tuturnya ringan.
Ia juga menyebutkan bahwa lebih suka membaca Al Quran dengan menggunakan mushafnya langsung dibanding menggunakan aplikasi digital. Tentu saja, ada tantangan yang dihadapi oleh perempuan yang juga memiliki hobi menulis ini untuk terus konsisten dalam membaca Al Quran.
“Ketika melihat orang lain tidak membaca Al Quran, kadang saya merasa tergoda untuk tidak membaca Al Quran juga,” akunya jujur.
Tapi tetap ia paksa dirinya untuk terus konsisten membaca Al-Qur’an setiap hari. Gadis yang memiliki paras ayu ini menyebutkan bahwa bulan Ramadan memiliki makna yang sangat mendalam untuknya.
Di bulan yang penuh berkah dan kesucian ini ia berharap agar semua amal dan doa-doa yang dilangitkannya dapat dikabulkan Allah SWT. Ia juga mengingatkan bahwa hidup tidak hanya tentang dunia saja, tetapi juga tentang akhirat.
“Luangkan waktu, walau hanya sebentar untuk beribadah dan mengingat Allah SWT. karena kita tidak pernah tau sampai kapan kita memiliki kesempatan untuk melakukannya di dunia,” tutupnya.
Pun dengan Sofiera Amalia, bersamaan dengan suara tadarus dari masjid dekat rumahnya ia ikut membaca Al Quran. Menurutnya, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun lalu ia selalu ngaji sendiri, tapi tahun ini ngelakuinnya bareng teman sekelas.
Tahun ini, Sofiera, sapaan akrabnya membuat program bersama teman-teman dan dosennya untuk menyelesaikan membaca Al Quran selama satu minggu.
“Jadi konsepnya satu orang itu satu juz, jadi bacaan Al Quran kami dipilih oleh dosen sesuai kesepakatan bersama teman-teman sekelas,” jelasnya.
Ide ini muncul saat mereka sedang melaksanakan perkuliahan dan hasil diskusi antara dosen serta teman-temannya. Sofiera beserta teman-teman sekelasnya dengan semangat berdiskusi bersama dosen mereka untuk membagi juz Al Quran yang akan mereka baca selama satu minggu.
“Kesepakatan saat di kelas untuk jadwal waktu mengaji Al Quran terserah masing-masing orang cuma kalau aku lebih sering saat menjelang berbuka puasa, setelah sahur dan salat subuh, kadang juga saat nunggu dosen masuk kelas,” kata perempuan dengan hobi berenang ini. (*ian/*nda/abw)