GPOP-Seperti sudah menjadi “moment turun temurun” di SMP  Sahabat Alam. Setiap kelas IX, siswa melakukan traveling backpacker ke daerah di luar Kalimantan.

Sebenarnya ini adalah salah satu cara agar anak-anak bisa melakukan banyak kegiatan bermakna, dan jelas tujuannya yaitu traveling backpacker, melatih tanggung jawab, kerja tim, kemandirian, dan perjalanan jauh.

Founder SIT Sahabat Alam Palangka Raya Qanita Tajuddin mengatakan, kegiatan ini dilakukan dengan biaya dari usaha jerih payah mereka sendiri tanpa bantuan orangtua. Dari mana dapat dana perjalanannya? Dari jualan sehari-hari di sekolah, buka lapak di CFD, jasa cuci motor di sekolah, bahkan ada juga yang mencari sampingan di luar sekolah.

“Biasanya kalau sudah menjelang keberangkatan biaya belum tercukupi, mereka membuat proposal (inipun mereka sendiri yang membuat, konsep dan isi proposal), untuk nantinya di follow up ke perusahaan, orang tua dan pihak-pihak lain,” kata Qanita.

Selain menyusun RAB, anak-anak sendiri yang bekerja dari awal, mulai dari menentukan kota tujuan, termasuk rutenya, rundown kegiatan dan lain-lainnya. semua dilakukan melalui diskusi dan kesepakatan bersama. Semua dimulai saat mereka ada di kelas VII sampai sekarang kelas IX. Guru hanya mendampingi dan memberi arahan.

“Rencana perjalanan akan dilakukan pada Februari 2024 mendatang ke Yogyakarta. Hasil proyek ini pun nantinya akan menjadi tugas akhir sekolah, laporan perjalanan biasanya diabadikan dalam karya tulis yakni buku atau buletin,” ucapnya.

Kelas IX angkatan 2023 ini merupakan Gen k-9, jadi sudah ada delapan angkatan sebelumnya yang melakukan proyek perjalanan seperti ini, ada yang ke Malang, Sulawesi, Blitar, Yogya dan lainnya.

Salah satu peserta didik Sasya mengatakan, study tour di sekolah Sahabat Alam ini mengandalkan peserta didik untuk mengumpulkan dana secara mandiri tanpa campur tangan orang tua. Banyak hal yang mereka lakukan untuk bisa mengumpulkan dana, salah satunya berjualan.

“Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari Sekolah Sahabat alam Palangka Raya dan bisa melakukan kegiatan seperti ini,” katanya.

Pun dengan Rakha, mengaku bangga karena bisa mengurangi beban orang tua dalam mengikuti kegiatan backpaper nanti.

“Seru bisa berjualan dan seru-seruan bareng teman-teman ngumpulin uang bersama, untuk bisa berangkat dalam kegiatan backpacker kali ini menuju ke Yogyakarta,” tegasnya. (abw)

Leave a Comment

Follow Me

KALTENGPOS DIGITAL

Edisi terbaru Kalteng Pos

About Me

Newsletter

@2023 All Right Reserved. Designed and Developed by Gpop KaltengPos